Tiga Anggota Satpol PP Rokan Hulu Dibekuk, Karena Peras Warga Kampar

Tiga anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Rokan Hulu dikarengkeng Anggota Polres Rokan Hulu, karena diduga memeras warga Kabupaten Kampar saat datang ke obyek wisata Goa Sikafir-Air Panas Pawan, Desa Rambah Tengah Hulu (RTH), Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Sabtu 18 April 2015 sekitar pukul 11.30 Wib.

Disampaikan, Kapolres Rokan Hulu AKBP Pitoyo Agung Yuwono melalui Kapolsek Rambah AKP Masjang Efendi, Selasa (28/4), di ruang kerjanya, katnya ketiga anggota Satpol PP Rokan Hulu yakni, TA Warga Pendalian IV Koto, RD dan ER Warga Kecamatan Rambah.

”Ketiganya memeras Dewi Mulayni, Warga dusun Siberuang, Desa Siberuang, Kecamatan Koto Kampar Hulu, Kabupaten Kampar, saat datang ke obyek wisata tersebut,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kanit Reskrim Bripka Novi Zahendri, menjelaskan pelapor atas nama Dewi Mulyani ini telah melaporkan kejadian yang menimpa dirinya menjadi korban pemerasan dengan Nomor laporan :LP/37/IV/2015/Res.Rohul/Sek.Rambah.

Lanjutnya, Sabtu lalu, tersangka TA mengajak Dewi Mulyani berjalan-jalan ke obyek wisata Goa Sikafir-Air Panas, Pawan, setelah mereka bermain-main di sana, tiba-tiba tersangka TA pergi meninggalkanya korban, tiba dua orang kawan TA yang berprofesi sebagai Anggota Satpol PP Rokan Hulu mendatangi korban.

Waktu korban malah disuruh membuka bajunya, kemudian tersangka RD dan ER memoto-motonya, tidak sampai di situ saja, malah korban juga dimintai uangnya sebesar Rp 85 ribu, kemudian cinci serta Hand Phone jenis samsung diembat tersangka.

”Kemudian Barang Bukti (BB) baik itu Hand Phone, uang Rp 85 ribu, dan cincin telah kita amankan, namun ketiga tresangka juga telah kita amankan di Mapolsek Rambah, mereka diduga telah melanggar Pasal 368 KUH Pidana tentang pemerasan dengan ancaman di atas 5 tahun penjara,” beber Novi.

Diungkapkanya, ditangkap tersangka TA yang memabwa Dewi Mulyani, karena dia terlibat dalam kasus tersebut, kemudian menjual kamera dan cincin tersebut tersangka TA juga ikut.

Di tempat berbeda, Kasat Pol PP Rokan Hulu Roy Roberto, mengakui ada 2 orang anggotanya diduga melakukan pemerasan, kepada tidak ada ampun akan dilekukan pemecatan, namun terhada tersangka RD itu sudah lama diberhentikan.

”Kita tidak ada ampun jika mereka melakukan pelanggaran pidana, sebab status mereka masih tenaga honorer, anggota yang kita maafkan itu hanya bagi yang tidak disiplin, tidak bertugas tanpa keteraangan, namun kalau kasus pidana seperti itu langsung kita non aktifkan,” pungkasnya.