Misa Natal Malam, Paus Fransiskus Berpesan Dunia Butuh Kelembutan

Paus Fransiskus meminta setiap orang untuk memperluas empati terhadap keluarga dan teman yang memiliki masalah. Dalam misa tengah malam yang diselenggarakan di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pemimpin tertinggi umat Katolik ini juga mengatakan, dunia “membutuhkan kelembutan” dan kehangatan.

“Apakah kita memiliki keberanian untuk menyambut dengan kelembutan dari masalah dan kesulitan yang dimiliki orang yang dekat dengan kita?” ucap Paus Fransiskus dalam misa yang dihadiri lebih dari 5.000 umat Katolik, seperti dikutip dari AFP.

“Atau apakah kita lebih memilih solusi dengan ketidakpedulian, yang mungkin efektif, tetapi tidak memiliki kehangatan Injil. Betapa dunia membutuhkan kelembutan hari ini,” ucapnya.

Paus asal Argentina ini mengenakan jubah putih berpadu hiasan berwarna emas saat memimpin misa tengah malam. Saat itu, Paus juga diapit oleh sejumlah kardinal yang melantunkan kidung Kalenda, nyanyian-nyanyian Gregorian tentang kelahiran Yesus Kristus.

Beberapa jam sebelum misa tengah malam, Paus yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio ini sempat berbicara via telepon dengan pengungsi di Irak, yang menjadi korban pengusiran oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia meyakinkan umat Nasrani yang berada di wilayah konflik di Timur Tengah bahwa mereka selalu berada di hati dan pikiran Paus selama Natal tahun ini.

“Saudaraku, saya dekat dengan kalian. Sangat dekat di hati saya,” kata Paus, seperti diucapkan salah seorang pengungsi kepada kantor berita Italia, AGI.

“Anak-anak yang tak bersalah, anak-anak yang tewas, anak-anak yang dieksploitasi… Saya juga memikirkan tentang kakek-kakek, tentang orang jompo yang menjalani hidup mereka dan sekarang harus menanggung beban berat ini,” tutur Paus.

Pada hari Senin kemarin, Paus juga telah mengirim surat panjang yang berisi dukungan kepada umat Nasrani di kawasan Timur Tengah. Dalam suratnya, Paus mendesak umat Nasrani untuk bertahan meskipun menghadapi keadaan sulit.

Dalam surat itu, Paus pertama dari ordo Jesuit ini juga menyebut ISIS sebagai “organisasi teroris dengan kekuatan yang tidak pernah bisa dipikirkan sebelumnya, melakukan sejumlah jenis pelanggaran… dan menyerang beberapa dari kalian (umat Nasrani) yang secara brutal telah diburu di tanah kalian, tempat di mana orang Kristen sudah berada sejak masa kerasulan”.

Masyarakat Nias Se Riau Rayakan Natal Raya

Masyarakat Nias di 12 kabupaten/kota se Provinsi Riau melaksanakan perayaan natal raya, di Aula Hotel Arya Duta, Pekanbaru, Minggu (20/12/2014).

Dalam kegiatan itu, hadir Menkum dan Ham Yasona Hamonangan Laoli, Anggota DPR RI, DPRD Provinsi Riau Pewakilan Bupati dari Pulau Nias, PLT Gubri dan Kapolda Riau, Bupati Nias Utara serta unsur penjabat lain Provinsi Riau.

Puluhan ribu, perwakilan penetua, tokoh masyarakat Nias yang sudah berdomisili di 12 kabupaten/kota se Provinsi Riau hadir dalam perayaan natal raya tersebut.

Sebelum kebakhtian natal dilakukan, diawali dengan Fanari Baluse (Tari Perisai Nias) dan penyerahan sirih tandanya memberi penghormatan kepada para tamu agung.

Selanjutnya perlombaan tari menari nias antar kabupaten/kota yang hadir dengan thema tari menari rohani dengan tujuan pada perayaan natal raya masyarakat Nias Riau tercapainya kesuksesan untuk bersama-sama membagun Riau kedepan.

“ Natal raya masyarakat Nias Se-Provinsi Riau juga sebagai catatan sejarah Natal Perdana yang terbesar selama masyarakat nias berada diberbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau,” sebut Ketua Panitia Leo Lase.

Khotbah yang disampaikan Pdt Y. Zegas yang di datang dari Pulau Nias mengambil tema “Sambutlah Yesus Dia Raja Sudah datang pada kita, datanglah dan sujud sembah dia maka kamu akan diampuni”

Sehingga khotbah tersebut sangat membuka hati nurani para undangan dan peserta natal yang hadir yang sesekali diiringi kidung “Malam Kudus, Sunyi Senyap” lampu di tempat acara dimatikan sejenak, guna mengenang kelahiran Yesus Kristus sang penebus dosa.