Wartawan Korban Penganiayaan Melapor ke Polresta Medan

Yusrizal alias Mido (38) warga Jalan Amaliun, Gang Sempurna, Kelurahan Kota Matsum, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Medan, Selasa (28/4).

Kedatangan jurnalis televisi ini guna melaporkan penganiayaan yang dilakukan orang tak dikenal saat dirinya meliput penggusuran pedagang di Jalan Sutomo, Medan, Senin (27/4) kemarin.

Diceritakan pria yang disapa Mido ini, kejadian ini berawal saat dirinya melakukan peliputan penggusuran pedagang pasar oleh tim gabungan Satpol PP, TNI dan polisi di Jalan Sutomo.

Saat bersamaan, puluhan orang tak dikenal lalu menarik dan menganiayanya. Tak hanya itu, kamera yang digunakannya sehari-hari untuk melakukan peliputan juga dihancurkan oleh pelaku. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka di sekujur tubuh.

“Saya berharap para pelakunmya dapat ditangkap,” jelas Miduk sembari menunjukkan surat laporan No.STTLP/1038/k/IV/2015/SPKT RESTA MEDAN.

Kasatreskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Istanto Bram Winardi saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah menerima laporan korban. “Sudah kita terima dan akan kita lakukan penyelidikan,” pungkasnya.

Sekda & Kasatpol PP Medan Jenguk Wartawan Korban Penganiayaan

Walikota Medan Dzulmi Eldin diwakili Sekda Kota Medan syaiful Bahri Lubis menjenguk Yusrizal alis Mido, wartawan televisi di kediamannya Jalan Amaliun, Gang Sempurna, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (28/4).

Selain Sekda, Kasatpol PP M Sofyan juga ikut menjenguk untuk melihat kondisi kesehatannya setelah menjadi korban aksi anarkis para pedagang sayuran beserta kuli bongkar muat di persimpangan Jalan Sutomo-Jalan M Yamin, Medan, Senin (27/4) pagi.

Ketika dijenguk Sekda, Mido tampak masih terbaring lemah di tempat tidur di ruang tamu rumahnya. Dengan suara lemah, alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komnukasi Pembangunan (STIKP) Medan itu mengaku, sekujur tubuhnya masih sakit, terutama di sekitar dahi pinggang, punggung serta belakang telinga kanan.

Dijelaskan ayah dua anak itu, ia tidak ingat lagi wajah orang-orang yang memukuli maupun merampas kameranya. Sebab, kejadiannya begitu cepat dan puluhan orang langsung menghajarnya dengan membabi-buta. Meski demikian Mido masih bersyukur, sebab tidak ada dari orang-orang yang menyerangnya itu menggunakan alat maupun senjata tajam.

“Jika ada di antara mereka menggunakan alat seperti kayu atau broti maupun senjata tajam, mungkin aku sudah tak selamat. Bayangkan saja, begitu mereka memergokiku mengambil gambar dari dalam pos satpam yang berada di belakang traffic light, mereka langsung menyeret dan memukuliku meski sudah kubilang aku wartawan. Justru mereka semakin beringas memukuliku dan salah seorang diantara mereka merampas kameraku dan membantingnya,” kata Walikota.

Meski sudah dipukuli namun Mido berusaha menyelamatkan chip yang ada di kameranya berisi aksi anarkis para pedagang dan kuli bongkar muat di persimpangan Jalan Sutomo-Jalan M Yamin dengan memblokir jalan disertai pembakaran di sejumlanh titik, termasuk merusak fasilitas umum seperti traffic light.

“Aku tak bisa menyelematkan chip dalam kamera, mereka terus memukuliku. Ketika jatuh telungkup pun, aku masih mereka pukuli. Dengan sisa tenaga yang ada, aku akhirnya berhasil lari. Mereka terus mengejar dan melemparku dengan batu, aku tak mempedulikannya dan terus lari,” ungkapnya.

Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis terharu mendengarkan penuturan Mido. Selanjutnya, mantan Kepala Bappeda Kota medan itu berharap agar Mido sabar dan kuat menghadapi peristiwa tersebut. Dia menyadari tugas jurnalistik cukup berat dan berbahaya sehingga dituntut kehati-hatian dalam menjalani profesi tersebut.

“Untuk itulah saya atas nama Walikota Medan menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang adinda alami. Sebenarnya Bapak Walikota ingin menjenguk langsung namun beliau saat ini tidak dapat hadir karena sedang berada di luar kota. Kami berharap peristiwa ini tidak menyurutkan semangat adinda dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik,” pesan Sekda seraya memberikan bantuan untuk biaya perobatan.

Petang harinya giliran Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan yang datang menjenguk Mido didampingi Kasubbag Pengumpulan dan Penyaringan Informasi Humas Setdakot Medan Yurmal Hijrah Hasibuan. Sama seperti Sekda, Sofyan juga memberi kata-kata semangat kepada Mido yang tampak masih shock akibat aksi anarkis pedagang sayuran dan kuli bongkar muat tersebut.

“Jangan peristiwa ini menyurutkan semangat adinda dalam melakukan peliputan. Hanya saja ke depannya adinda harus lebih berhati-hati, artinya utamakanlah keselamatan. Sebab, keselamatan lebih di atas segala-galanya,” ujar Sofyan yang juga memberikan bantuan untuk tambahan biaya perobatan Mido.