Tunggakan Tinggi, Tiga UED-SP Ditunda Jadi BUMDes

Dari 20 Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) yang ditargetkan akhir tahun 2014 menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 10 UED-SP di antaranya telah mengikuti sosialisasi Pembentukan Bumdes.

Tapi dari jumlah tersebut, 3 UED-SP yang mengikuti sosialisasi, di antaranya harus ditunda menjadi BUMdes, karena tunggakan nasabah cukup tinggi mencapai 50 juta, sehingga tidak memenuhi persyaratan.

Tiga UED SP yang ditunda dijadikan BUMDes yakni, UED-SP Desa Kasang Mungkal, UED-SP Serombo Indah dan UED SP Tambusai Utara.

Disebutkan, Koordinator BUMDes Rokan Hulu, Syam Zaimar, (1/1), sosialisasi pembentukan BUMDes yang dilaksanakan pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Rokan Hulu melalui fasilitator berlangsung sejak 24-31 Desember 2014 di Kantor UED-SP Simpang Kumu Jaya Desa Ramba Kecamatan Rambah Hilir.

Pihaknya, menerapkan system rescheduling. Ketiga UED SP ini dapat mengejar ketertinggalan mereka dalam hal tersebut. Maka dari itu, tiga UED-SP tersebut diberi deadline untuk menekan tunggakannya hingga maksimal Rp 30 juta hingga 30 Januari 2015 mendatang.

Katanya, dalam pembentukan Bumdes, untuk menekan angka tunggakan pada UED-SP yakni sistem rescheduling bagi peminjam yang sudah jatuh tempo. Pelaksanaannya dengan menjadikan sisa pinjaman sebagai simpanan pokok. Sehingga dapat mengurangi jumlah pembayaran peminjam dalam setiap bulannya.