Cawabup Rohul Erizal Rajin Blusukan Ke Kedai Kopi

Calon Wakil Bupati Kabupten (Cawabup) Rokan Hulu (Rohul) Erizal punya cara unik untuk bersosialisasi dengan masyarakat, Cawabup Nomor urut 3 ini berpasangan dengan Calon Bupati (Cabup) Syafrudin Poti ini, rajin melakukan Blusukan ke Kedai-kedai Kopi, untuk berbaur dan memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Seperti yang dilakukan Erizal di Dusun Tulang Gajah Desa Pematang Berangan Senin (7/9) malam di dampingi tim suksesnya Taqin, Erizal menyapa puluhan masyarakat Tulang Gajah, duduk di kedai Kopi Milik Usman, Erizal tampak santai bergaul dengan masyarakat dan pemuda disana. Terlihat, tidak ada jarak antara dirinya dengan masyarakat dan pemuda di sana semuanya larut dalam suasana akrab.

Saat datang , masyarakat dan pemuda yang tengah duduk kaget melihat kedatangan sosok yang satu ini. Mereka, tak menyangka bisa bertatap muka serta berbicara lepas dengan calon pemimpinya tersebut.

Erizal mengaku, kegiatan blusukan ke kedai kopi bersama masyarakat ini sudah biasa dilakukanya jauh sebelum dirinya maju di Pilkada Rohul. Namun ia mengakui intensitas blusukan ke kedai kopi ini, sedikit meningkat semasa Pilkada ini.

Menurutnya dengan duduk dikedai kopi, dirinya bisa lebih dekat dengan masyarakat serta mendengarkan keluh kesah mereka secara lepas. Selain itu, dengan menanggalkan seluruh embel-embel dirinya, masyarakat tidak sungkan menyampaikan apa yang mereka rasakan sehingga komunikasi dapat terjalin secara kosntruktif.

Dalam kesempatan itu, Erizal berbagi cerita tentang hoby masyarakat Rohul memancing atau yang biasa disebut warga Nganyo. Masyarakat menyampaikan keperihatinan mereka tentang, makin punahnya ikan khas Rohul seperti Ikan Tapah, Ikan Kelabau, Ikan Baung, Ikan Tangkurulang dan Ikan Arwana.

Bak gayung bersambut, Erizal yang juga memiliki hoby memancing, menyatakan dirinya juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan masyarakat. karena keperihatinan itu, ia menyatakan sudah menyiapkan program pelestrian Ikan Air tawar langka.Dalam program itu, pemerintahanya kelak akan menyebar 1 juta bibit ikan langka masing-masing di setiap aliran sungai, seperti sungai Rokan Kanan, Rokan kiri dan Sungai Sosa. Pemerintahanya kelak juga akan membuat larangan menyentrum ikan di sungai, sehingga ikan langka itu bisa dijaga habitat dan kelestarianya. “Kita kan punya Balai Benih Ikan, mengapa itu tidak kita kembangkan di sana, Insya Allah jika kami dipercaya kelak, BBI itu akan kami fungsikan untuk pembenihan Ikan langka, kalau tidak pemerintah, kita kawatir, ikan-ikan lngka itu tidak akan diketahui anak cucu kita,” paparnya.

Erizal mengaku dirinya sudah memiliki indukan ikan-ikan lngka khas Rohul tersebut. Dirianya berharap, jika nanti itu dikembangkan, masyarakat masih bisa mendapatkan ikan langka Rohul itu di sungai saat memancing, apalagi, dikalangan masyarakat Rohul, memancing merupakan mata pencarian sampingan, di saat harga komoditas perkebunan anjlok. “Kalau bukan kita putra rohul ini yang melesatrikan pasti ikan-ikan itu tinggal kenangan, jadi konsepnya pemerintah yang mengelola, pelestarian ikan-ikan khas rohul yang hampir langka ini bisa terus dijaga dan diwariskan ke anak cucu, paling tidak saya bisa menyalurkan hobi saya memancing,” candanya.