Ribuan Orang Mesir Protes Pembebasan Mubarak

Sedikitnya 2.000 orang berkumpul di Lapangan Tahrir, Kairo, untuk memprotes dibebaskannya Hosni Mubarak dari tuntutan pembunuhan, Sabtu 29 November 2014. Mantan presiden yang digulingkan dalam revolusi 2011 itu, sebelumnya divonis penjara seumur hidup.

Saat ini, Mubarak yang berusia 86 tahun, masih menjalani hukuman untuk penyalahgunaan dana publik. Tapi pada wawancara di televisi, yang dilansir oleh BBC, Mubarak mengatakan dirinya tidak berbuat kesalahan.

Beberapa pekan setelah aksi protes, yang berawal dari seruan di media sosial dan populer sebagai bagian dari “Arab Spring” atau arus perubahan di negara-negara Arab, Mubarak akhirnya mundur pada 11 Februari 2011.

Mubarak, mantan menteri dalam negeri Habib al-Adly, serta enam lainnya divonis seumur hidup pada Juni 2012, karena dianggap terlibat dalam konspirasi pembunuhan demonstran. Sekitar 800 orang disebut tewas, pada 2011.

Tapi pengadilan ulang yang digelar sejak akhir 2013, akhirnya memutuskan untuk mencabut tuduhan pembunuhan. Mubarak saat ini masih ditahan di rumah sakit militer, dan akan dibebaskan beberapa bulan mendatang, saat berakhirnya masa hukuman tiga tahun penjara.

Beberapa jam setelah putusan pengadilan, ribuan orang berkumpul di Lapangan Tahrir yang telah menjadi simbol revolusi. Beberapa jam kemudian pasukan keamanan langsung berusaha membubarkan protes, dengan menembakkan gas air mata.

BBC dalam laporannya, menulis bahwa terdengar tembakan dalam bentrok antara demonstran dan pasukan keamanan. Satu orang dilaporkan tewas, dan pasukan keamanan diyakini menggunakan peluru tajam untuk menghadapi pemrotes.

Pengacara Mubarak, Farid al-Deeb, memuji putusan pengadilan yang disebutnya membuktikan integritas Mubarak. Pada wawancara dengan televisi Sada al-Balad, Mubarak mengatakan telah bersandar pada Allah, selama menunggu putusan pengadilan ulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *