Arema Cronus Bahas Ujicoba Dengan Persebaya

Arema Cronus dikabarkan akan menggelar ujicoba dengan Persebaya Surabaya, pada jeda kompetisi menjelang babak delapan besar kompetisi Indonesia Super League (ISL), bahkan rencana itu tidak hanya menjadi wacana saja, karena Jumat (19/9) siang jajaran manajemen menggelar rapat untuk membahas ujicoba tersebut.

“Manajemen telah melakukan pertemuan dengan tim pelatih, untuk menggelar ujicoba lawan Persebaya sambil menyesuaikan jadwal 8 besar. Semoga jadwalnya bisa ketemu dengan Persebaya,” ungkap General Manager Arema Cronus, Ruddy Widodo, Jumat (19/9).

Pria yang juga pengusaha travel itu mengungkapkan, rencana ujicoba dengan tim berjuluk Bajul Ijo terjadi ketika dirinya bertemu dengan pelatih Persebaya Rahmad Dharmawan dalam Manager Meeting di Jakarta 8 September lalu.

“Sebenarnya rencana itu (ujicoba) saya sampaikan secara informal, waktu saya bertemu dengan mas RD di Jakarta saat manager meeting tanggal 8 kemarin. Beliau cerita ada rencana TC di Batu, ya saya bilang bagaimana kalau uji coba sekalian aja dengan Arema,” jelasnya.

Menjelang babak delapan besar, Arema akan menggelar TC di Batu, kebetulan Persebaya juga akan menggelar TC di Bali pada 29 September hingga 1 Oktober mendatang.

“Segala kemungkinan bisa terjadi termasuk ujicoba Arema dengan Persebaya,” pungkasnya.

Pemkab Malang Lakukan Langkah Antisipasi Penyebaran Virus Ebola

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Kementrian Agama dan Kementrian Kesehatan Kabupaten Malang, melakukan langkah antisipasi penyebaran virus Ebola, khususnya bagi calon jamaah haji dan umroh, yang akan berangkat ke tanah suci.

Menurut Rendra Kresna, Bupati Malang, saat ini Kementrian Agama Kabupaten Malang gencar melakukan pembekalan, bahkan para calon jamaah haji dan umroh juga akan diberikan vaksin meningitis, sebelum mereka berangkat ke Arab Saudi pertengahan September mendatang.

“Saat ini Kementrian Agama dan Kementrian Kesehatan Kabupaten Malang gencar melakukan pembekalan pemahaman Ebola, mereka juga akan diberi vaksin meningitis,” ungkap Rendra Kresna saat diwawancarai, Kamis(21/08/2014).

Pemberian vaksin meningitis dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, agar mereka tidak sampai tertular virus mematikan tersebut.

Rendra Kresna menambahkan, penyebaran virus Ebola tersebut, tergantung bagaimana kesiapan Pemerintah Arab Saudi, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi jamaah yang datang ke Arab Saudi.

“Ya kan penyebaran Ebola tergantung bagaimana kesiapan Pemerintah Arab Saudi, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap jamaah yang datang,” sambungnya.

Bustomi Dipastikan Absen Lawan Barito

Meski Bustomi sempat menjalani terapi disebuah klinik Sport Fisioterapi di Surabaya, akan tetapi tim pelatih Arema Cronus harus kembali bersabar, untuk menunggu pulihnya cidera otot ligamen dari pemain andalannya di lini tengah itu.

Peluang Bustomi untuk main pada laga away melawan Barito Putera sangat kecil, karena hingga sesi latihan Arema Senin kemarin, pemain asli Karangploso Kabupaten Malang itu masih belum tampak menjalani latihan bersama pemain lainnya.

Dokter Tim Arema Cronus, Indrawan Dwantoro mengaku tidak berani memberikan garansi, terkait tampilnya Bustomi saat melawan Barito Putera.

“Kemungkinan Bustomi baru bisa mengikuti latihan pada pertengahan minggu ini, tapi itupun masih harus melihat perkembangan lebih lanjut lagi,” ungkap dokter alumnus Unmuh Malang itu.

Dengan absennya Bustomi selama sebulan ini, diharapkan pemain bernomor punggung 19 itu segera pulih, karena sampai saat ini sudah ada perkembangan positif setelah menjalani terapi.

“Kalau untuk latihan ringan kemungkinan sudah bisa, tapi untuk dimainkan lawan Barito sepertinya belum kuat otot ligamennya (Bustomi),” tambahnya.

Dengan absennya Bustomi, maka tim pelatih Arema harus mempersiapkan Hendro Siswanto, I Gede Sukadana atau Juan Revi yang bisa dimainkan di posisi defensive miedfielder.