Pemko Pekanbaru Gelar Razia KTP dan Warga Pendatang

Tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil (Disdukcapil), Kota Pekanbaru Sabtu (25/7) menggelar razia Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Bandaraya Payung Sekaki (BRPS), Pekanbaru.

Sebanyak 25 orang tanpa identitas dan 85 orang ber-KTP luar Pekanbaru berhasil dijaring dalam razia tersebut. Razia yang dipimpin langsung Kepala Badan Satpol PP Pekanbaru, Zulfahmi Adrian ini dimulai sejak pukul 09.00 wib hingga petang ini.

“Dari hasil razia pendatang hari ini, kita temukan 100 penumpang di terminal BRPS tidak memiliki KTP Pekanbaru dengan rincian 25 tidak memiliki identitas, 75 tidak memiliki KTP Pekanbaru,” tandasnya.

Dijelaskan Zul, dalam razia kali ini, pihaknya memeriksa identitas seluruh penumpang yang turun di terminal BRPS ini. Mereka langsung dicegat dan digiring ke posko pendataan yang didirikan Disdukcapil Pekanbaru. “Ini sesuai instruksi dari Walikota Pekanbaru, dalam rangka menertibkan administrasi kependudukan dan penegakan Perda Nomor 5 Tahun 2008 serta untuk menekan angka pengangguran. Karena ini dikhususkan untuk para pendatang, hari ini kita razia di terminal BRPS,” ujarnya.

Kata Zulfahmi lagi, dari razia yang digelar hari ini, banyak ditemukan warga yang tidak mengantongi KTP Pekanbaru. Namun ada pula warga yang mengaku sudah tinggal di Pekanbaru, namun belum mengantongi KTP Pekanbaru. “Biasanya usai Lebaran ini memang arus urbanisasi ke pekanbaru ini cukup tinggi, makanya hari ini kita fokuskan di BRPS dan setelah itu kita juga razia di Pelabuhan Sei Duku,” tukasnya.

Warga yang terjaring razia selanjutnya di data dan dikenai sanksi berupa denda sebesar Rp50 ribu. “Untuk saat ini sudah kita data dan kita berlakukan denda bagi pelanggar Perda ini,” tandasnya.

Suparaman Diisukan Gagal Maju Jadi Bupati Rohul

Ketua DPRD Provinsi Riau Suparman diisukan gagal maju sebagai Bakal Calon Bupati (Balonbup) Rokan Hulu (Rohul), sebab sudah ada intruksi dari Plt Gubernur Provinsi Riau Arsyad Juliandi Rahman.

Bahkan isu Suparman tidak akan maju sebagai Calon Bupati Rohul 9 Desember 2015 mendatang, kalau harus menanggalkan jabatannya, sebagai Ketua DPRD Provinsi Riau.

Entah siap yang menghembuskan isu ini, tapi seoalah isu ini sudah menjadi pembicaraan santer di tengah-tengah masyarakat.

Saat hal ini disampaikan, kepada Suparman dengan dia mengatakan ” Sekali Layar Terkembang Pantang Surut ke Belakang”. “Bagi saya ingin membangun daerah dan kampung halaman saya segala-galanya, kemajuan Rohul cita-cita saya,” ujarnya.

Diterangkannya, dirinya menginginkan pemerataan pembangunan di Negeri Seribu Suluk, karena seluruh masyarakat Rohul berhak mendapatkan hak yang sama untuk menikmati pembangunan. “Jadi saya tegaskan saya siap untuk Rohul,” pungkasnya.