Tokoh Aktifis Rokan Hulu Dukung Muhammad Zen Jadi Bupati

Tokoh aktifis Rokan Hulu H. Basri dengan tegas mengaku mendukung Muhammd Zen untuk menjadi Bupati Rokan Hulu priode 2016-2021, sebab sosoknya diniilai cukup ideal untuk daerah berjuluk Negeri Seribu Suluk ini.

“Kita sebagai aktifis harus cerdas melihat apa yang dibutuhkan Rokan Hulu saat ini, sebab kita tidak ingin mengalami kemunduran, tapi harus tetap intens, sehingga menjadi yang terbaik di Provinsi Riau,” sebut H. Basri, Kamis (26/3).

Lanjutnya, dirinya menghimbau para aktifis Rokan Hulu harus bersatu, memikirkan daerah, sebab seyogyanya harus cerdas melihat figur, sehingga muncul kontribusi aktif untuk membangun daerah ini.

“Aktifis tidak hanya mengkrtik tapi bisa memberikan solusi, karena menyalahkan itu sangat gampang, tapi untuk memperbaiki tentu harus ada konsep yang jelas, sehingga negeri ini menjadi baik,” paparnya.

Tambahnya, Muhammad Zen dinilai berpotensi untuk itu membuat perobahan dan reformasi menyeluruh, apalagi dia siap duduk bersama dengan para aktifis terkait apa yang terbaik buat Rokan Hulu.

“Kritik boleh-boleh saja, tapi harus membangun, karena manusia itu bersifat salah dan lupa, jadi mari kita bersatu memberikan kontribusi positif terhada daerah di bawah komando Muhammad Zen,” pungkasnya.

Jelang Pilkada Desember Tahun ini Achmad Minta Masyarakat Jaga Persatuan

Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) Desember 2015 mendatang, Bupati Rokan Hulu Achmad meminta pada masyarakatnya supaya tetap menjaga persatuan dan kesatuan, jangan sampai masyarakat terpecah-belah gara-gara orang lain mau jadi Bupati Rokan Hulu.

Hal ini disampaikannya, pada saat membuka kegiatan MTQ di Kota Ujung Batu, Senin (23/3), katanya, para kepala desa jangan masyarakatnya jangan sampai dihasut orang, para imam masjid jaga jamaah, para pimpinan organisasi jaga anggotanya, sebab saat ini beragam cara akan dilakukan orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk membuat stuasi tidak aman.

“Jadi saya kepada warga yang terpancing, apalagi ada orang yang hendak menjelek-jelekkan pemerintah, kita sudah berbuat padahal dia belum melakukan apa-apa, jadi tolong para kades, imam masjid jaga masing-masing anggota,” ujarnya.

Bahkan tidak itu saja, lanjut Achmad, uporia Pilkada kali cukup memanas, malah diakuinya, orang yang tidak menang Calon Legisltaif (Caleg) saja mau mencalon jadi Bupati dan Wakil Bupati Rokan Hulu, jadi ini harus diwaspadai ini, sebab kalau suad tahu masyarakat tidak tapi tetap mau mencalon juga.

“Saya sudah berkali menghimbau masyarakat jangan berselisih dan bermusuhan gara-gara orang yang mau duduk jadi Bupati atau wakil bupati, kita harus ciptakan rasa aman di negri ini, jadi pintarlah memilih orang benar-benar memperhatikan rakyat dan pembangunan Rokan Hulu,” ujarnya.

Wabup Kampar Mengaku Tak Pernah Terlibat

Wakil Bupati Kampar Ibrahim Ali belum lama ini mendapat salinan putusan Pengadilan Negeri Bangkinang tentang perkara perdata pada pembongkaran Pasar Tanah Merah, Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu. Setelah mencermati putusan itu, ia merasa hanya kena imbas dari pembongkaran tersebut.

Penilaian terhadap isi putusan itu disampaikannya karena ia selaku Wakil Bupati harus ikut menanggung ganti rugi. Padahal, kata dia, ganti kerugian yang dialami oleh pengelola pasar tidak sedikit. “Saya hanya kena getahnya saja. Wakil Bupati diwajibkan membayar kerugian yang ditimbulkan,” kata Ibrahim menanggapi putusan itu, Minggu (1/3/2).

Ibrahim menuturkan, Jefry Noer tidak pernah melibatkan dirinya selaku Wakil Bupati dalam pembongkaran tersebut. Meski pembongkaran pasar dilakukan dengan mengatasnamakan pemerintah. Jika merujuk pada perkara tersebut, ia seakan dituduh melakukan pembiaran terhadap sesuatu perbuatan yang tidak diketahuinya.

Satu sisi, menurut dia, pendapat hakim yang menilai bahwa jabatan Wakil Bupati selaku pimpinan di pemerintahan tidak terlepas dalam perkara tersebut sudah tepat. Namun pada kenyataannya, ia tidak pernah diundang atau diberitahu soal rencana pembongkaran pasar.

“Sekarang, mengatasnamakan pemerintah mana? Dasar apa dipakai dalam pembongkaran itu? Dia bertindak untuk kepentingan pribadi. Tapi jadi semua yang ikut menanggung akibatnya,” ujar Ibrahim. Oleh karena itu, secara pribadi, ia keberatan jika Wabup harus ikut menanggung akibat dari pembongkaran tersebut.

Seperti diketahui, Rusli Nurdin selaku pengelola Pasar Tanah Merah akhirnya mengajukan gugatan ke PN Bangkinang, 11 September 2013 silam. Adapun pihak tergugat dalam perkara nomor 37/Pdt.G/2013/PN.BKN di antaranya, Jefry Noer selaku Bupati Kampar dan pribadi, Wabup, Sekda Kampar, Kasatpol PP, Kadis CKTR serta Kadis Pasar, Kebersihan dan Pertamanan.

Bupati Jefry ikut digugat selaku pribadi karena menurut Rusli, pembongkaran tersebut dilandaskan untuk kepentingan pribadi. Penggugat menempatkan posisi Jefry sebagai pengusaha. Penggugat pernah bersengketa dengan Jefry yang memiliki pasar pribadi sejak tahun 2012 silam. Setelah pembongkaran itu, dalam gugatannya, Rusli mengungkapkan, pedagang Pasar Tanah Merah diarahkan pindah ke pasar milik pribadi tersebut.

Sementara dari pihak Pemkab Kampar, pembongkaran itu dilakukan karena Pasar Tanah Merah belum mengantongi izin. Ali Nafiah, mantan Kepala Dinas Pasar mengklaim bahwa perizinan yang diterbitkan tahun 2011 silam adalah palsu.

Lewat putusan yang dibacakan, 20 Nopember 2014 lalu, Hakim mengabulkan tuntutan penggugat. Pembongkaran paksa pada 26 Juni 2013 lalu dinyatakan termasuk perbuatan melawan hukum. Atas putusan tersebut, pihak tergugat mengajukan banding.

Nasrul Hadi Dinilai Ideal Pimpin Rokan Hulu 2016-2021

Ketua DPRD Rokan Hulu Nasrul Hadi tahap survay untuk jadi Bakal Calon (Balon) Bupati Rokan Hulu Priode Desember 2015 mendatang, pejabat menjadi kandidat yang akan siap bersaing pada pesta demokrasi tersebut.

Informasi ini dibenarkan, Plt Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat (DPC-PD) Rokan Hulu Jenewar Efendi, Sabtu (14/3) malam.

Katanya, semua Balon Bupati Rokan Hulu masih tahap Survay termasuk Ketua DPRD Rokan Hulu dinilai potensial juga masih dalam survay.

Saat ditanya, apakah Nasrul Hadi jadi orang nomor satu atau nomor dua, Jenewar menjawab, Ketua DPRD Rokan Hulu itu masuk dalam survay nomor satu.

Kemudian saat ditanya, kepada Ketua DPRD Rokan Hulu lewat pesan elektoniknya, apakah maju dalam pesat demokrasi pada Desember 2015 mendatang, Nasrul Hadi menjawab “Insya Allah, doakan saja”.

Salah seorang Warga Pasir Pangaraian Roby menilai Nasrul Hadi ini dinilai sangat cocok dan ideal jadi Bupati Rokan Hulu priode 2016-2021.

Bupati Rokan Hulu Lounching Deport Air Minum Telaga Madani

Bupati Rokan Hulu Achmad melounching depo air minum Telaga Madani sebagi unit usaha atau milik Yayasan Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Rokan Hulu, Selasa (3/3).

Kegiatan itu, juga dihadiri Setdakab Rokan Hulu Damri Harun, Kepala Dinas, Badan, Kantor, jajaran Pengurus MAMIC Rokan Hulu, Camat Rambah, para kepala Desa di Rambah, para pengurus masjid di Rambah, perbankan dan lainnya.

Disampaikan, Bupati Rokan Hulu unit usaha MAMIC Rokan Hulu ini mampu memproduksi 500 galon perhari, selain kulitas dan mutunya terjamin, juga disampaikan masyarakat bisa membeli air minum tapi bersedekah. “ Jika mau dapat air bersih atau air minum sambil beramal zariah silahkan beli air isi ulang milik MAMIC Rokan Hulu,” sebut Achmad.

Bupati Rokan Hulu juga mengapresiasi pengurus MAMIC Rokan Hulu yang membuat unit usaha tersebut, dia meminta pengurus supaya mensosialisasikan ini, kemudian bagi pengusaha supaya memberikan stiker bagi para nasabahnya, sehingga ini bisa aktifitas berjalan degan supaya keuangan MAMIC Rokan Hulu bisa terbantu.

Achmad juga menegaskan, supaya kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mewajibkan membeli ini jika membuat kegiatan, baik itu kemasan gallon, maupun botolan dan ukuran gelas. “ Sebab jarang dapat seperti ini beramal sambil mendapat keinginan kita, kemudian kegiatan di Islamic juga kan terbantu, jika selama ini 100 persen di Bantu APBD tentu ini bisa mengungaringinya ” sebutnya.

Ketua Harian Pengurus Harian MAMIC, Mirzall Hamzah, usaha air mimum ini termasuk kegiatan-kegiatan masjid diharapkan masyarakat mau membelinya, karena setiap teguk dari air ini akan masuk amal jariah bagi kaum muslimin dan muslimat yang meminumnya.

“Nanti pendapatannya bisa menjadi tambahan keuangan pengelolaan MAMIC Rokan Hulu termasuk untuk biaya kegiatan-kegiatannya,” pungkasnya.