Gelombang Tinggi dan Angin Kencang Ancam Wilayah Kepri

Awal tahun 2015 di Tanjungpinang dan sebagian wilayah Kabupaten Bintan telah diguyur hujan sejak dinihari. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun mengingatkan agar aktivitas transportasi laut dan nelayan di wilayah Provinsi Kepri dapat lebih berhati-hati di laut.

BMKG menyatakan, gelombang tinggi dan arus laut yang deras disertai angin kencang hampir merata di seluruh wilayah Provinsi Kepri selama awal tahun ini. “Transportasi laut diimabu agar berhati-hati terhadap gelombang tinggi dan arus deras serta angin kencang yang terjadi di seluruh wilayah Kepri,” kata BMKG dalam pernyataannya di laman resmi per 1 Januari 2015.

Gelombang tinggi dan arus deras yang disertai dengan angin itu terutama akan terjadi di wilayah Kota Tanjungpinang, Bintan, Kabupaten Lingga, Natuna dan Anambas. Sementara kecepatan angin diperkirakan antara 33-40 kilometer per jam, dan suhu 23-30 derajat Celsius dengan kelembaban terjadi anatar 75-98 derajat.

Sementara arah angin cenderung bertiup dari barat laut dan utara.

Tunggakan Tinggi, Tiga UED-SP Ditunda Jadi BUMDes

Dari 20 Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) yang ditargetkan akhir tahun 2014 menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), 10 UED-SP di antaranya telah mengikuti sosialisasi Pembentukan Bumdes.

Tapi dari jumlah tersebut, 3 UED-SP yang mengikuti sosialisasi, di antaranya harus ditunda menjadi BUMdes, karena tunggakan nasabah cukup tinggi mencapai 50 juta, sehingga tidak memenuhi persyaratan.

Tiga UED SP yang ditunda dijadikan BUMDes yakni, UED-SP Desa Kasang Mungkal, UED-SP Serombo Indah dan UED SP Tambusai Utara.

Disebutkan, Koordinator BUMDes Rokan Hulu, Syam Zaimar, (1/1), sosialisasi pembentukan BUMDes yang dilaksanakan pihak Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Rokan Hulu melalui fasilitator berlangsung sejak 24-31 Desember 2014 di Kantor UED-SP Simpang Kumu Jaya Desa Ramba Kecamatan Rambah Hilir.

Pihaknya, menerapkan system rescheduling. Ketiga UED SP ini dapat mengejar ketertinggalan mereka dalam hal tersebut. Maka dari itu, tiga UED-SP tersebut diberi deadline untuk menekan tunggakannya hingga maksimal Rp 30 juta hingga 30 Januari 2015 mendatang.

Katanya, dalam pembentukan Bumdes, untuk menekan angka tunggakan pada UED-SP yakni sistem rescheduling bagi peminjam yang sudah jatuh tempo. Pelaksanaannya dengan menjadikan sisa pinjaman sebagai simpanan pokok. Sehingga dapat mengurangi jumlah pembayaran peminjam dalam setiap bulannya.