Pemkab Malang Lakukan Langkah Antisipasi Penyebaran Virus Ebola

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Kementrian Agama dan Kementrian Kesehatan Kabupaten Malang, melakukan langkah antisipasi penyebaran virus Ebola, khususnya bagi calon jamaah haji dan umroh, yang akan berangkat ke tanah suci.

Menurut Rendra Kresna, Bupati Malang, saat ini Kementrian Agama Kabupaten Malang gencar melakukan pembekalan, bahkan para calon jamaah haji dan umroh juga akan diberikan vaksin meningitis, sebelum mereka berangkat ke Arab Saudi pertengahan September mendatang.

“Saat ini Kementrian Agama dan Kementrian Kesehatan Kabupaten Malang gencar melakukan pembekalan pemahaman Ebola, mereka juga akan diberi vaksin meningitis,” ungkap Rendra Kresna saat diwawancarai, Kamis(21/08/2014).

Pemberian vaksin meningitis dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, agar mereka tidak sampai tertular virus mematikan tersebut.

Rendra Kresna menambahkan, penyebaran virus Ebola tersebut, tergantung bagaimana kesiapan Pemerintah Arab Saudi, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi jamaah yang datang ke Arab Saudi.

“Ya kan penyebaran Ebola tergantung bagaimana kesiapan Pemerintah Arab Saudi, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan terhadap jamaah yang datang,” sambungnya.

Bustomi Dipastikan Absen Lawan Barito

Meski Bustomi sempat menjalani terapi disebuah klinik Sport Fisioterapi di Surabaya, akan tetapi tim pelatih Arema Cronus harus kembali bersabar, untuk menunggu pulihnya cidera otot ligamen dari pemain andalannya di lini tengah itu.

Peluang Bustomi untuk main pada laga away melawan Barito Putera sangat kecil, karena hingga sesi latihan Arema Senin kemarin, pemain asli Karangploso Kabupaten Malang itu masih belum tampak menjalani latihan bersama pemain lainnya.

Dokter Tim Arema Cronus, Indrawan Dwantoro mengaku tidak berani memberikan garansi, terkait tampilnya Bustomi saat melawan Barito Putera.

“Kemungkinan Bustomi baru bisa mengikuti latihan pada pertengahan minggu ini, tapi itupun masih harus melihat perkembangan lebih lanjut lagi,” ungkap dokter alumnus Unmuh Malang itu.

Dengan absennya Bustomi selama sebulan ini, diharapkan pemain bernomor punggung 19 itu segera pulih, karena sampai saat ini sudah ada perkembangan positif setelah menjalani terapi.

“Kalau untuk latihan ringan kemungkinan sudah bisa, tapi untuk dimainkan lawan Barito sepertinya belum kuat otot ligamennya (Bustomi),” tambahnya.

Dengan absennya Bustomi, maka tim pelatih Arema harus mempersiapkan Hendro Siswanto, I Gede Sukadana atau Juan Revi yang bisa dimainkan di posisi defensive miedfielder.