Pemilihan Ketua Pemuda dan Karang Taruna Desa Kaiti Nomor 3 Menang

Ratusan Warga Desa Rambah Tengah Barat, (RTB-Kaiti) Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sangat antusias untuk mengikuti pemilihan Ketua Pemuda dan Ketua Karang Taruna, Senin (14/9).

Kegiatan pemilihan itu digelar di Kantor Desa RTB, calonnya dengan hasil suara Nomor 1 Maskot 14 suara, Nomor Dua Warnadi 9 suara, Nomor 3 Arfin SAg 87 suara dan Nomor 4 Dion Nasution 68 suara, total suara yang 178, jumlah 250 suara yang hadir hanya 178 suara.

Kepala Desa RTB-Kaiti Sofyan Daulay memastikan pemilihan Ketua Pemuda dan Karang Taruna berlangsung tertib dan aman. “Kami sangat bangga partisipasi masyarakat, maupun aparatur sangat tinggi dan antusias untuk pemilihan ini,” terangnya.

Lanjutnya, nanti yang terpilih akan menyusun seksi-seksinya dan kepengurusannya, setelah itu nanti tuntas barulah dilakukan pelantikan.”Semua pelaksanaan berjalan dengan baik, tertib dan aman, kita bangga dengan pemuda-pemuda kita ini yang sudah menunjukkan kesolidtannya,” pungkasnya.

Kakanwil Kemenag Rohul Canangkan Zona Bebas Korupsi dan Bersih Melayani

Sebagai bukti dan komitmen pelayan terhadap masyarakat, Kepala Kanwil Riau H. Tarmizi Tohor, membuka kegiatan pencanangan Kantor Kemenag Rohul sebagai pilot project Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM), Rabu (9/9).

Kegiatan itu dihadiri Kakanwil Kemenag Riau Tarmizi Tohor, Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Setdakab Rohul Syaiful Bahri, Staf Ahli Bupati Rohul Tengku Habrizal (Ketua IPHI Rohul), Ketua MUI Rohul Hasbi Abduh, Kakan Kemenag Rohul Ahmad Supardi Hasibuan, para KUA, Kepala Sekolah di lingkungan Kemenag Rohul dan lainnya.

Dalam kesempatan itu, disampaikan, Kakanwil Kemenag Riau, Rohul ini salah satu percontohan dalam pilot project ZI WBK/WBBM, ini bukan menakut-nakuti para aparatur, namun dari hasil pemantauan dan evalusai, Rohul satu-satunya Kantor Kemenag Rohul yang paling pantas dan layak. “Jadi perlu teknik dan sistem untuk menajalankan kinerja sebagai aparatur negara dan menggunakan keuangan negara, jadi perlu ada regulasi tertentu sehingga tidak terperosok dalam aturan negara itu sendiri, WBK /WBBM inilah sistem yang dibuat Kementerian Agama,” imbuhnya.

Jadi, setelah penerapan sistem ini otomatis, Kantor Kemenag Rohul akan menjadi wilayah yang berintegritas, jadi untuk menggerakan sistem ini setidaknya ada lima budaya yang harus dilestarikan, yakni pertama bekerja dengan penuh integritas, maksudnya masing-masing aparatur supaya konsep yang bekerja yang aman dan nyaman. Kedua bekerja dengan profesional, jadi masing-masing aparatur harus memahami dan mengusai bidang yang telah diamanahkan pimipinan. Ketiga bekerja dengan inovasi, masing-masing pegawai harus inovatif, sehingga melahirkan prestasi-prestasi baru, keempat bertanggung jawab, semua harus transparan, semua pekerjaan itu harus dipertangungjawabkan baik dunia dan akhirat dan kelima keteladanan, pegawai Kantor Kemenag Rohul harus menjadi contoh tauladan di tengah-tengah masyarakat. “Jika kelima item sudah ada pada diri kita, pasti kita akan akan masuk zona integritas itu aman dan nyaman bekerja serta selama dunia dan akhirat,” sebutnya.

Tarmizi Tohor, menegaskan kepada Kakan Kemenag Rohul harus punya Standart Pelayanan Minimal (SPM), jadi masyarakat tau jika berurusan mengatahui apa yang harus dilakukannya, setidak yang umum-umum seluruh pegawai itu harus mengetahuinya, ini untuk optimal pelayan terhadap masyarakat. Nanti kegiatan itu akan dilaporkan ke Dirjend lansgung, sehingga Rohul sudah menerapkan WBK/WBBM, perlu saya ingatkan kalau pegawai Kantor Kemenag itu prilakunya juga termasuk pelayanan masyarakat,” pungkasnya.

Pada saat itu, disampaikan Asisten II Setdakab Rohul mewakili Bupati Rohul Syaiful Bahri, menegaskan kalau Pemkab Rohul sangat berkomitmen untuk memerhatikan pembangunan keagamaan di Negeri Seribu Suluk. Terbukti adanya bantuan dari Pemkab Rohul sekitar Rp 6 Miliyar pertahun. “Bantuan saat ini harus tertulis nama orangnya, sebab kini pengelolaan dan pemeriksaan bantuan itu sangat, pemerintah daerah terus berkomitmen untuk membantu guru-guru agama,” tuturnya.

Kedepan terkait pembayaran nanti, tidak lagi melalui Kantor Kemenag Rohul. Tapi melalui pemerintahan kecamatan. “Jadi kami berharap suapay pengelolaan anggaran yang dukucurkan Pemkab Rohul harus mengutamakan tertib administrasi, karena kinerja kita sebagai aparatur sangat dipantau masyarakat, jadi perlu kita bersama-sama membangun keagamaan di Rohul, tapi harus melihat rambu-rambu yang ada, semogan kita dalam melayani masyarakat ini aman di dunia dan akhirat,” tukasnya.

Kemudian, Kakan Kemenag Rohul menjelaskan, di Provinsi Riau, ada dua kabupaten pilot project yakni Rohul dan Kampar, jadi karena sudah ditetapkan pilot project, maka Direktorat Ispektorat Kemenag RI, melakukan audit, tidak hanya bersangkutan dengan Daftar Indeks Pengunan Anggaran (DIPA), tapi juga berkaitan disiplin kerja. “Sampai-sampai jika terlambat masuk kerja satu menit akan dipotong uang makanya sebesar Rp 30 perhari, kemudian terrlmbat lima menit, uang Tunjangan Kinerja (Tukin) dipotong, tidak itu saja, seluruh pegawai harus mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), dari 200 pegawai kita. Sudah 100 pegawai sudah dilaporkan, termasuk harta warisan itu dilaporkan, jika nanti ada yang dicurigai mereka akan turun melihat kondisi itu,” paparnya.

Lanjutnya, semua sudah dilakukan secara elektronik, melalui pinger print baik di lingkungan perkantoran, maupun di sekolah-sekolah, namun khususnya daerah Kecamatan Bonai Darussalam belum dilakukan, karena listrik belum ada, jadi pegawai itu diabsen melalui manual. “Jadi setiap pegawai itu, harus diabsen baik mau masuk maupun mau pulang harus dilakukan absensi,” tuturnya.

Terkait, zona wilayah bebas korupsi itu sudah dimulai di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) dengan penyelenggaraan nikah gratis. “Jadi kalau menikah di Kantor KUA, itu gratis, tapi kalau nikah di waktu hari libu membayar Rp 600 ribu, namun distor ke bank yang sudah ditetapkan Kantor Kemenerian Agama atau ke kas Negara, termasuk nikah pindah ke kabupaten lain itu juga tidak dipungut biaya,” ulas Ahmad Supardi Hasibuan.

Jelasanya, di akahir tahun nanti ini akan dievalusai terkait pilot project ini, baru diketahui apa saja kelemahan dan kekurangan, sehingga kedepan bisa dilakukan perbaikan-perbaikan, sehingga dapat melayani masyarakat secara maksimal. “Kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Kakawanil Kemenag Riau yang telah menetapkan di Rohul ada satu sekolah Madrasah Aliyah kejuruan,” tutup Ahmad Supardi Hasibuan.

Terlihat Asisten II Setdakab Rohul, memukul gong, pembukaan selubung pilot project pertanda pencanangan WBK/WBBM di Kantor Kemenag Rohul, dilakukan Kakan Kemenag Riau di dampingi Kakan Kemenag Rohul serta pejabat lainnya.

Cawabup Rohul Erizal Rajin Blusukan Ke Kedai Kopi

Calon Wakil Bupati Kabupten (Cawabup) Rokan Hulu (Rohul) Erizal punya cara unik untuk bersosialisasi dengan masyarakat, Cawabup Nomor urut 3 ini berpasangan dengan Calon Bupati (Cabup) Syafrudin Poti ini, rajin melakukan Blusukan ke Kedai-kedai Kopi, untuk berbaur dan memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Seperti yang dilakukan Erizal di Dusun Tulang Gajah Desa Pematang Berangan Senin (7/9) malam di dampingi tim suksesnya Taqin, Erizal menyapa puluhan masyarakat Tulang Gajah, duduk di kedai Kopi Milik Usman, Erizal tampak santai bergaul dengan masyarakat dan pemuda disana. Terlihat, tidak ada jarak antara dirinya dengan masyarakat dan pemuda di sana semuanya larut dalam suasana akrab.

Saat datang , masyarakat dan pemuda yang tengah duduk kaget melihat kedatangan sosok yang satu ini. Mereka, tak menyangka bisa bertatap muka serta berbicara lepas dengan calon pemimpinya tersebut.

Erizal mengaku, kegiatan blusukan ke kedai kopi bersama masyarakat ini sudah biasa dilakukanya jauh sebelum dirinya maju di Pilkada Rohul. Namun ia mengakui intensitas blusukan ke kedai kopi ini, sedikit meningkat semasa Pilkada ini.

Menurutnya dengan duduk dikedai kopi, dirinya bisa lebih dekat dengan masyarakat serta mendengarkan keluh kesah mereka secara lepas. Selain itu, dengan menanggalkan seluruh embel-embel dirinya, masyarakat tidak sungkan menyampaikan apa yang mereka rasakan sehingga komunikasi dapat terjalin secara kosntruktif.

Dalam kesempatan itu, Erizal berbagi cerita tentang hoby masyarakat Rohul memancing atau yang biasa disebut warga Nganyo. Masyarakat menyampaikan keperihatinan mereka tentang, makin punahnya ikan khas Rohul seperti Ikan Tapah, Ikan Kelabau, Ikan Baung, Ikan Tangkurulang dan Ikan Arwana.

Bak gayung bersambut, Erizal yang juga memiliki hoby memancing, menyatakan dirinya juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan masyarakat. karena keperihatinan itu, ia menyatakan sudah menyiapkan program pelestrian Ikan Air tawar langka.Dalam program itu, pemerintahanya kelak akan menyebar 1 juta bibit ikan langka masing-masing di setiap aliran sungai, seperti sungai Rokan Kanan, Rokan kiri dan Sungai Sosa. Pemerintahanya kelak juga akan membuat larangan menyentrum ikan di sungai, sehingga ikan langka itu bisa dijaga habitat dan kelestarianya. “Kita kan punya Balai Benih Ikan, mengapa itu tidak kita kembangkan di sana, Insya Allah jika kami dipercaya kelak, BBI itu akan kami fungsikan untuk pembenihan Ikan langka, kalau tidak pemerintah, kita kawatir, ikan-ikan lngka itu tidak akan diketahui anak cucu kita,” paparnya.

Erizal mengaku dirinya sudah memiliki indukan ikan-ikan lngka khas Rohul tersebut. Dirianya berharap, jika nanti itu dikembangkan, masyarakat masih bisa mendapatkan ikan langka Rohul itu di sungai saat memancing, apalagi, dikalangan masyarakat Rohul, memancing merupakan mata pencarian sampingan, di saat harga komoditas perkebunan anjlok. “Kalau bukan kita putra rohul ini yang melesatrikan pasti ikan-ikan itu tinggal kenangan, jadi konsepnya pemerintah yang mengelola, pelestarian ikan-ikan khas rohul yang hampir langka ini bisa terus dijaga dan diwariskan ke anak cucu, paling tidak saya bisa menyalurkan hobi saya memancing,” candanya.

Stabilkan Harga TBS, Pemkab Rohul Bentuk Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit

Pmerintah Kabupten Rokan Hulu (Rohul) kini mengmbil langkah cepat untuk menstabilkan anjlokny harga Tandan Buah Segar (TBS) di daerahnya. Pada Senin (7/9/2015) Pemkab Rohul gelar rapat koordinasi dengan pengusaha PKS, Koperasi dan Bumdes, di Convention Hal Masjid Agung Madani Islamic Center (MAMIC) Pasir Pangraian.

Rapat Kordinasi yang dipimpin Bupati Rohul Drs H Achmad M,Si, juga dihadiri Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Rohul, Sri Hardono, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Hery Islami ST.MT, Kepala Dinas Koperasi Dan Perindustrian T.Rafli Armien, Kepala BLH Rohul, Kordinator Bumdes Rohul, Zamzaimar, termasuk pimpinan dan perwakilan perusahaan baik perusahaan perkebunan dan PKS,Koperasi, termasuk direktur Bumdes dan Ued-SP se-Rohul.

Pembentukan Aosiasi di Rohul, sebagai bagian paket kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga TBS serta memperbaiki sistem pemasaran TBS yang selama dinilai terlalu panjang.

Achmad dalam arahannya mengatakan saat ini sekitar 70 persen warga Rohul bergantung pada sektor perkebunan Kelapa sawit. Dengan anjloknya harga TBS saat ini, menyebabkan banyak petani yang makin terjepit karena pendapatan mereka berkurang.

Sehingga Bupati mengharapkan, dengan adanya Asosiasi maka dapat berpengruh terhadap peningkatan harga TBS, khususnya kebun plasma milik masyarakat. ”Pembentukan Asosiasi ini, merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyelamatkan Rakyat dari anjloknya harga TBS ini, kita harapkan Asosiasi ini bisa kembali meningkatkan hrga TBS tidak hanya perkebunan inti namun juga plasma dan kebun milik masyarakat,” ucapnya.

Bupati juga menyatakan, dalam Asosiasi itu ada beberapa hal yang menjadi tujuan utama dibentuk. Pertama, dengan adanya asosiasi diharapkan bisa memebuat stabilitas harga, sehingga tidak ada perbedaan harga beli antara satu PKS dengan PKS lainya. “Kemudian, asosiasi tersebut nantinya akan bersama-sama pemerintah daerah, Meminta kepadda pusat untuk meninju kembli pajak ekspor CPO yang lebih menguntungkan masyarakat, serta menjaga kualitas TBS petani, sehingga mendapat rendemin TBS Rakyat yang lebih tinggi,” harap Bupati Achmad.

Kemudian jelas Bupati, selain tiga tujuan utama, dalam Rakor tersebut juga dibahas mengenai pembuatan MoU untuk memutus mata rantai perdagangan PKS yang dinilai terlalu panjang. Nantinya, penjualan TBS dari Petani ke PKS akan melibatkan Badan Usaha milik Desa (BUMdes) serta Koperasi.

Kata Bupati juga, melalui kerjasama antara PKS dan BUMDes, hal itu merupakan kerjasama yang saling menguntungkan, karena selain profesional bUMDes juga sangat berperan di masyarakat, khusunya dalam ikut membantu kegiatan sektor perekonomian masyarakat. Para pengusaha tidak perlu ragu dengan peran BUMdes yang ada, karena lembaga itu profesional, terbukti dari trade record dalam kredit dan usahanya selama ini yang dinilainya sukses.

Tidak hanya profesional, Apalagi, Sisa hasil usaha BUMdes merek juga diperuntukan untuk sosial kemasyarakatan. Sedangkan Humas PT Sawit Indo Berjaya, dirinya menyambut baik upaya yang dilakukan Pemkab Rohul, namun demikian, dirinya meminta agar, pemerintah daerah dapat menjamin tidak ada konflik yang ditimbulkan dari adanya kebijakan ini, karena selama ini banyak pihak-pihak yang terlibat dalam penjualan TBS ini.

Prinsipnya mendukung dengan rencana itu, namun tentunya pemerintah harus memberikan jaminan tidak ada konflik yang terjadi, karena nantinya hal itu akan merugikan perusahaan.

Seminar SNITI Manfaatkan Kearifan Lokal Melalui Inovasi Teknologi

Seminar Nasional Inovasi dan Teknologi Informasi (SNITI) diadakan Forum IHAN BATAK bekerjasama dengan Pemkab Samosir di Hotel Toledo Inn, Tuktuk Siadong Samosir, Sabtu (5/9). Seminar ini disambut dengan tari Tandok dan Ulos yang dibawakan grup Sanggar Tari Bunga Jambu dari SMA Negeri 1 Pangururan, kemudian Bupati Samosir bapak Ir. Mangindar Simbolon, MM memukul tagading, pertanda seminar nasional ini resmi dibuka.

Mangindar Simbolon dalam mengucapkan selamat datang kepada para peserta baik dari perguruan tinggi maupun peneliti se-Indonesia, dia juga berpesan inilah Samosir dengan tagline ”Samosir Negeri Indah Kepingan Surga, “katanya.

Dalam laporannya, Marudut Sitinjak menyampaikan bahwa seminar ini dihadiri oleh 75 orang pemakalah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, dan nanti malam kami mengundang bapak/ibu sekalian untuk makan malam bersama dan ramah tamah sembari melakukan diskusi-diskusi ilmiah, “pungkas Kepala Bappeda Samosir.

Marzuki Sinambela yang juga Sekretaris panitia pelaksana mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Samosir terutama Bappeda, Dinas Pariwisata, Perguruan Tinggi pendukung, ”Asossiasi APTIKOM dan Forum Akademisi IT, BMKG Wil 1 dan kepada para panitia yang telah mempersiapkan seminar nasional ini, “ucapnya.

“Ini tahun kedua kami rutin melaksanakan seminar nasional sebagai bagian dari pendidikan. Tujuannya tentu untuk menambah pengetahuan yang dapat meningkatkan kompetensi dan berkolaborasi inovasi dan teknologi informasi antar perguruan tinggi dan pemerintah daerah,”jelas Sekjen Forum IHAN BATAK Janner Simarmata, M.Kom.

Seminar yang mengangkat tema ” Pemanfaatan Kearifan Lokal Melalui Inovasi Teknologi Informasi Guna Terciptanya Pengembangan Potensi Wilayah di Daerah” itu diadakan dalam rangka kegiatan tahunan Forum IHAN BATAK. Adapun pembicara dalam seminar nasional adalah Prof. Young Suk Kwon dari Pusan National University Korea dan Prof. Dr. Ir. Bambang Subiyanto, M.Agr (Deputi Jasa Ilmiah, LIPI).

Selain itu seminar ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata, Plt Sekda Samosir Tombor Simbolon dan SKPD-SKPD serta camat-camat se-Kabupaten Samosir.